Negeri Booi


Hatonyo Beach, My own little Adventure

Akhir 2011, Saya menyempatkan diri menjelajah bagian Pulau Saparua, Maluku, yang belum pernah saya pijak. Penjelajahan ini pun dilakukan tanpa terencana, benar-benar penjelajahan impulsif saya. Siang itu saya sekedar berkunjung ke rumah teman lama saya Jimpat (twitter : @jpattia) di negeri Booi. Negeri Booi yang terletak di ujung selatan Pulau Saparua, adalah desa yang sejuk karena terletak di dataran tinggi. Saya harus memarkir mobil di pintu masuk negeri ini, karena tidak ada akses bagi kendaraan bermotor. Jalanan dalam negeri ini semuanya bertangga-tangga, seperti yang terlihat di foto di bawah.

Img_3794

Setelah ngobrol dengan jimpat, sore itu ia mengajak saya berkeliling negerinya. Menurut hitungan Jimpat, ada 536 anak tangga pada jalan utama Negeri Booi. Cukup melelahkan berkeliling negeri dengan naik turun tangga, tapi orang Booi sudah terbiasa. Saya bahkan melihat seorang nenek renta berjalan menapak anak tangga sambil meng”Keku” (membawa barang dengan cara diletakan di atas kepala) seikat kayu bakar tanpa kecapean. Kata jimpat mereka yang lahir di Booi memang terbiasa hidup seperti ini, bahkan Jimpat sendiri mengaku bisa berjalan menapaki negerinya walau dengan mata tertutup. Dari rumah Jimpat yang terletak di jantung negeri Booi, kami pun menapak turun menuju ke pantai negeri ini. Pantai Booi sedang rame karena sore itu akan diadakan lomba panggayo manggurebe (semacam lomba dayung perahu). Dari pantai negeri, Jimpat mengajak saya ke pantai Hatonyo yang terletak lebih terpencil. Tentu saja saya tak bisa menolak kesempatan yang bagus ini.

Kami Pun bergerak makin ke arah selatan dari pantai negeri, menelusuri masuk ke hutan negeri Booi. Pepohonan Cengkih, Pala, Kenari serta Durian adalah vegetasi utama dalam hutan Negeri Booi. Sayang sedang tidak musim buah, kalau tidak kami bisa menikmati durian matang yang baru dipetik dari pohonnya. Perjalanan menelusuri hutan Booi berlangsung sekitar setengah jam, dengan medan rintangan sedang. Sesampai di Pantai Hatonyo, saya langsung takjub dengan keindahan alamnya yang masih asri.  Menapak kaki di pasir putih yang tebal di Pantai ini sangat mengasikan, sangat mengundang diri untuk langsung menceburkan diri ke dalam laut. Sayangnya kami harus mengurungkan niat kami karena tidak membawa baju ganti. Pantai Hatonyo sangat bersih dari sampah, letaknya yang sulit terjamah menjaga keperawanan pantai ini. Pepohonan pun masih lebat disini sehingga kami tidak kepanasan bermain main. Kami pun menyusuri garis pantai ini dari ujung ke ujung, kira-kira sepanjang 200 meter. Tak terasa waktu sejam telah kami habiskan di pantai ini, hari pun semakin larut dan kami harus segera kembali kalau tidak mau menyusuri hutan di tengah kegelapan. Pengen kembali lagi ke pantai ini :)

 1 of 6

Salah Kaprah Alat Kejut Jantung


Ilustrasi :
Mobil ambulans tiba di depan ruang igd, dari dalam mobil seorang pria tua diturunkan lalu dibawa masuk ke dalam ruang igd. Seorang wanita yang turut turun dari ambulans berteriak memohon “dokter tolong selamatkan suami saya, tolong lakukan apa saja”.

Segera brankar didorong ke ruang perawatan. Perawat memasang infus, selang oksigen dan EKG, alat rekam jantung. Dokter yang sedang melakukan tindakan resusitasi melihat ke monitor EKG yang menunjukan garis datar, pertanda jantung pasien telah berhenti berdetak. “Siapkan defibrilator” perintah dokter, dan perawat segera membawa defibrilator, alat kejut jantung.

Gel bening dioleskan ke dada pasien. Lalu dokter memberi aba-aba “200 joule, all clear??”
“Clear!!” Jawab para perawat serentak, pertanda tidak ada seorangpun yang menempel ke pasien maupun ranjang pasien. Dan segera selepas itu kedua bilah alat kejut jantung yang berbentuk seperti sepasang setrika ditempelkan dokter ke dada pria tua itu. Pria itu kemudian kejang sejenak lalu lunglai. Monitor EKG masih menunjukan garis datar. Dokter melanjutkan tindakan resusitasinya “360 joule, all clear??” “Clear!!” Lalu pria tua itu dikejutkan untuk kedua kalinya.

Setelah itu semua diam menatap ke monitor EKG. Garis yang muncul masih datar. Harapan selamat seakan sirna. Namun beberapa saat kemudian monitor ekg mengeluarkan bunyi “beep”, garis datar itu berubah menunjukan ada aktivitas jantung. Dokter pun menginstruksikan perawat untuk memasukan obat lewat selang infus kemudian meninggalkan ruang tindakan, menemui istri pria tua itu untuk mengabarkan kalau masa kritisnya sudah lewat.
- end of ilustration

Gambaran di atas sering anda lihat pada film maupun sinetron. Yang mungkin membuat takjub, “wah hebat ya disetrum jantungnya bisa hidup lagi”, kira-kira begitu pemikiran anda saat melihat adegan seperti ilustrasi di atas. Sehingga teman saya pernah diprotes keluarga pasien karena tidak melakukan tindakan defibrilasi pada pasien henti jantung. “Disetrum dok kaya di film2 itu biar hidup lagi”

Sayangnya manusia bukan frankenstein. Dan alat kejut jantung bukan ditujukan untuk membuat jantung yang berhenti berdetak (monitor ekg menunjukan gari datar) agar bisa kembali berdetak. Banyak orang salah sangka akan fungsi alat ini karena sering melihat gambaran yang salah di media film atau sinetron.

Merujuk ke nama aslinya “Defibrilator” berasal dari dua kata “De” yang berarti menghilangkan, dan “fibrilator” yang berarti getaran. Normalnya jantung manusia berdetak 60-90 kali per menit sehingga dapat memompa darah dengan adekuat jika beraktivitas bisa bertambah cepat hingga 150 kali per menit.

Nah kadang ada kondisi medis yang menyebabkan jantung berdetak sangat cepat, bisa lebih dari 200 kali per menit sehingga jantung tidak lagi memompa melainkan hanya bergetar saja (fibrilasi). Nah dalam keadaan inilah alat defibrilator akan digunakan dokter untuk me”reset” kelistrikan jantung sehingga diharapkan sehabis itu detak jantung kembali normal. Alat defibrilator tidak bisa digunakan pada jantung yang telah berhenti total (monitor ekg menunjukan garis datar) agar bisa kembali berdetak.

Demikian artikel singkat ini, kiranya berguna menambah wawasan kita. Be healthy and smart.

Pelantikan Raja Negeri Ouw


Kali ini saya bercerita sedikit mengenai pelantikan Raja Negeri Ouw. Agar pembaca tidak bingung mungkin perlu dijelaskan sedikit bahwa di Propinsi Maluku setelah jaman otonomi daerah maka penamaan desa kembali disebut “Negeri” dengan kepala pemerintahan seorang “Raja”. Hal ini dimaksudkan agar nilai nilai kearifan lokal tidak hilang tergerus dengan perkembangan jaman.

 

Layaknya sebuah kerajaan dimana penerus tahta adalah keturunan raja sebelumnya, maka demikian pula terjadi dalam pemilihan raja negeri. Calon raja terpilih minimal masih memiliki hubungan darah dengan raja-raja negeri sebelumnya, atau disebut matarumah negeri. Kemudian yang memutuskan siapa raja terpilih adalah para saniri negeri, tetua-tetua adat negeri yang sehari hari membantu raja. Seorang raja memiliki masa pemerintahan 5 tahun, dan setelah itu dapat dipilih lagi. Keputusan Saniri negeri akhirnya dilegitimasi dalam SK bupati maluku tengah.

 

Bulan desember 2010 saya berkesempatan mengikuti upacara pelantikan Raja Negeri Ouw, salah satu desa binaan puskesmas tempat saya bertugas. Yang Terpilih sebagai Raja negeri Ouw periode 2010-2015 adalah bapak Simon Pelupessy. Dalam bahasa asli maluku sendiri desa ouw disebut Lisaboly Kakelisa.

 

Prosesi dimulai dengan pelantikan secara Hukum oleh Bupati maluku tengah, Abdullah Tuasikal. Surat keputusan bupati dibacakan dan kemudian raja terlantik diambil sumpah jabatannya. Acara dilanjutkan dengan jamuan makan di rumah raja negeri ouw. Setelah Acara makan-makan selesai dimulailah pelantikan raja secara adat. Rombongan raja kembali ke Baileu (rumah adat maluku) disertai tarian cakalele dari para kapitan. Acara ditutup dengan pelantikan raja secara gerejawi di gereja negeri ouw.

 

Sungguh suatu prosesi yang panjang untuk melantik seorang raja, membutuhkan waktu seharian untuk menuntaskan semua prosesi ini. Bahkan lebih rumit daripada pelantikan presiden menurut saya. Tapi itulah uniknya kebudayaan maluku ini.

 9 of 11P

DAmt*: HEWAN itu MULIA maka STOP PELECEHAN atas nama HEWAN


1. ANJING = SUDAH TERBUKTI MENOLONG MANUSIA & PERADABAN

2. Tikus = Sangat di Hormati dalam tradisi sekte religius di India
3. Kucing & Tikus = TOM & JERRY = film lucu & nakal Hollywood yang menghibur
4. Anoman (Monyet) = Sangat di Hormati dalam tradisi Hindu
5. Sapi = Sangat di Hormati dalam tradisi Hindu
6. Ular Kobra = Sangat di Hormati dalam tradisi Hindu
7. Burung Merpati =  Simbol Roh Kudus yang di puji dan di sembah oleh Umat Kristiani
6. Kura Kura = Sangat di Hormati dalam tradisi Buddha
7. to be continue

Link:
Anjing yang setia ketika korban Gempa Tsunami di Jepang
http://www.apakabardunia.com/2011/03/simbol-kesetiaan-seekor-anjing-yang.html

Anjing Pelacak Narkoba + Penjaga Keamanan + Gembala Domba + dan sebagainya
silahkan cari di:
http://www.google.com
http://www.yahoo.com
http://www.ask.com

DAmt* = Dijkstra Algorithm move to:

to be continue

Kritik dan Saran Terbuka
Salam Dialektika

Fam-Fam Dari Negeri Ouw


1.       UKU LUA.

1.1.             SOA MAYAWA:KEPALA SOA TATIPATTA

*        MARGA TATIPATTA, TEUNONYA PELATU

*        MARGA SILAHOOY, TEUNONYA SAMATOUW

*        MARGA SAHETAPY, TEUNONYA KOLESINA

*        MARGA TITAHENA SBGN, TEUNONYA SAMATOUW

*        MARGA MANUPUTTY SBGN, TEUNONYA LEPALISSA

*        MARGA AYAWAILA SBGN, TEUNONYA SOTANIA

 

1.2.              SOA SALAHITU:KEPALA SOA SAPTENNO

*        MARGA SAPTENNO, TEUNONYA LILIPALU

*        MARGA TITALEY, TEUNONYA PELATU

*        MARGA TITAHENA sbgn, TEUNONYA SAMATOUW

*        MARGA LATUSALLO, TEUNONYA MATAALU

*        MARGA AYAWAILA sbgn, TEUNONYA SOTANIA

*        MARGA SILALILY, TEUNONYA LAUKOTU

*        MARGA TONGKE, TEUNONYA SOWALA

*        MARGA LEIWAKABESSY sbgn, TEUNONYA WAKA

*        MARGA HATUPUANG, TEUNONYA-

*        MARGA LIKUBESSY, TEUNONYA-

 

2.       UKU TOLU.

2.1.             SOA SALAHALU:KEPALA SOA HUTUBESSY

*        MARGA HUTUBESSY, TEUNONYA HAPEA

*        MARGA MANUPUTTY(Wakanno), TEUNONYA PEWAKA

*        MARGA SERHALAWAN, TEUNONYA SAPASINA

*        MARGA SOPACUA, TEUNONYA LEPALISSA

*        MARGA SEILATU, TEUNONYA HAPEA

*        MARGA PIKAWALA, TEUNONYA SELANA

*        MARGA HEHAKAYA sbgn, TEUNONYA SEHEUW

*        MARGA TITAHENA SATU KELUARGA, TEUNONYA SAMATOUW

 

2.2.             SOA PELETIMU:KEPALA SOA SYAHAILATUA

*        MARGA SYAHAILATUA, TEUNONYA SEHEUW

*        MARGA TUTUPOLY, TEUNONYA SEHEUW

*        MARGA HEHAKAYA, TEUNONYA SEHEUW

*        MARGA LEIWAKABESSY sbgn, TEUNONYA WAKA

*        MARGA LAHALLO, TEUNONYA SELANNA

*        MARGA TOISUTA, TEUNONYA LEPALISSA

 

2.3.             SOA LESIAMA:KEPALA SOA LIKUMAHUA

*        MARGA LIKUMAHUA, TEUNONYA LOUHATU

*        MARGA MAKAILOPU, TEUNONYA LOUHATU

*        MARGA TOMASOA, TEUNONYA LOUHATU

*        MARGA SINANU, TEUNONYA PEHATA

*        MARGA LUMALESSIL, TEUNONYA HABAWA

*        MARGA LATUMAHINA, TEUNONYA PEMAHU

*        MARGA PELUPESSY, TEUNONYA LILSAPI

*        MARGA NOYA, TEUNONYA PALESI

*        MARGA MATULAPELWA, TEUNONYA PELOKO

*        MARGA MATULATUA, TEUNONYA PELOKO

 

Saparua, Wisata Nostalgia Turis Eropa


Benteng Duurstede, peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1676 oleh Arnold de Vlaming Van Duuds Hoorn, di Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (6/1/2011). Benteng ini jadi salah satu daya tarik wisata di Saparua.
 
SEPULUH tahun pascakonflik di Maluku, sektor pariwisata di Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, bergeliat kembali. Pulau kecil seluas 247 kilometer persegi itu tak hanya menawarkan pesona alam, tetapi juga jejak historis kedatangan bangsa Eropa di Nusantara.
Saparua, yang berjarak sekitar 50 mil dari Ambon, ibu kota Maluku, bisa dijangkau dengan kapal cepat selama satu jam dari Pelabuhan Tulehu, Maluku Tengah, di Pulau Ambon. Pulau berpenduduk 36.698 jiwa ini bersama dua pulau lain di dekatnya yang tergabung dalam gugus Pulau Lease, yaitu Haruku dan Nusa Laut, pernah menjadi primadona wisata Maluku, sebelum kerusuhan 1999. Ketua Asosiasi Agen Perjalanan Wisata Maluku, Tony Tomasoa, menceritakan, sebelum tahun 1999 itu, destinasi wisata ke Saparua bersaing dengan Pulau Banda – ikon wisata lainnya di kepulauan rempah-rempah Maluku. Dua lokasi ini selalu menjadi rujukan bagi wisatawan yang berlibur ke Maluku. Saparua, yang dikelilingi Laut Banda, menawarkan keindahan melalui pantai-pantainya. Mulai dari pantai berpasir putih, seperti pantai di samping Benteng Duurstede dan Kulur, hingga pantai yang dipenuhi batu karang, yaitu Tanjung Ouw. Indahnya Tanjung Ouw bahkan diabadikan melalui lagu berjudul ”Tanjung Ouw” yang dipopulerkan penyanyi Bob Tutupoly. Di tempat ini keteduhan menyambut pengunjung. Wisatawan biasanya menghabiskan waktu di Tanjung Ouw dengan bersantai menikmati keindahan karang yang panjang atau berenang di laut yang jernih. Berselonjor di bawah pohon kelapa semakin terasa nikmat saat semilir angin menerpa. Tidak jauh dari Tanjung Ouw, wisatawan bisa melihat kepiawaian Oya Pelupessy (72) mengolah tanah liat menjadi sempeh atau gerabah. ”Turis senang melihat pembuatan sempeh. Tidak sedikit dari mereka yang mencoba membuat sendiri,” kata Oya. Buku tamu yang dimilikinya menunjukkan banyaknya wisatawan asal Belanda, Inggris, dan Swiss yang berkunjung ke sana. Tak sebatas di permukaan, bawah laut Saparua pun memiliki pesona yang memukau. Menurut pengelola Mahu Village Lodge di Desa Mahu, Paul Tomasoa, setidaknya ada enam titik penyelaman yang digemari turis. Misalnya, di Tawaka, sekitar Pulau Molana, dan sekitar Nusa Laut. ”Terumbu karangnya bertingkat. Selain itu, ikan beraneka jenis bisa ditemukan di sana. Sering kali ikan-ikan itu seperti berbaris membentuk formasi bertingkat,” tuturnya. Peninggalan sejarah Saparua juga sarat peninggalan sejarah. Benteng Duurstede, benteng peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1676, adalah salah satunya. Benteng yang ada di bukit setinggi 20 kaki ini masih berdiri kokoh. Kapitan Pattimura yang bernama asli Thomas Matulessy mengusir penjajah Belanda dari benteng ini tanggal 16 Mei 1817. Dari atas benteng itu, pengunjung bisa melihat hampir seluruh Pulau Saparua hingga Pulau Nusa Laut yang berada di sebelah timur Saparua. Tak heran, jika benteng ini ”diburu” turis asing. Di rumah yang pernah ditempati Pattimura, di Negeri Haria, pengunjung bisa melihat peninggalan sang kapitan. Di bangunan yang masih didiami keluarga Matulessy ini, terpajang celana tenun, selempang tenun, dan ikat kepala yang semuanya berwarna merah, yang pernah dikenakan Pattimura saat berjuang melawan Belanda. Sejumlah dokumen bercerita tentang perjuangan Pattimura. Menurut pihak keluarga, semua itu diperoleh dari Belanda. Camat Saparua, Ferry Siahaya, mengatakan, lima tahun terakhir ini kunjungan ke Saparua relatif membaik. ”Rata-rata kunjungan turis asing di Saparua sekitar 20 orang setiap bulan. Bulan Desember, jumlahnya bisa meningkat menjadi 50-an orang,” katanya. Mayoritas turis asing berasal dari Belanda, terutama yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan warga di Saparua. ”Ada juga yang berasal dari Inggris, Perancis, Swiss, dan Amerika Serikat,” papar Ferry. ”Keluarga dari Belanda kebanyakan datang pada bulan Desember. Natal menjadi momen berkumpul dengan keluarga di perantauan, termasuk yang di Belanda,” kata Raja Negeri Itawaka, LF Wattimena. Meski demikian, baru Desember 2010 lalu Negeri Itawaka menggelar perayaan Natal sedunia. Saat itu, ada 30 warga negara Belanda yang datang. Menurut Wattimena, ikatan satu gandong atau satu kandunganlah yang merekatkan hubungan mereka, meski terpisah jarak dan status kewarganegaraan. Tren meningkatnya jumlah wisatawan ini bisa jadi karena lebih mudahnya Saparua diakses dari Ambon. ”Beroperasinya kapal cepat dengan daya tampung sekitar 200 penumpang mendorong turis datang ke Saparua. Kapal yang beroperasi sejak tahun lalu itu dua kali sehari dari Ambon,” ujar Ferry. Selain itu, ada pula penerbangan langsung dari Amsterdam, Belanda, ke Ambon, via Jakarta, yang dioperasikan Garuda Indonesia sejak pertengahan tahun lalu. Pertengahan tahun lalu pula, pemerintah juga melakukan promosi yang cukup gencar terkait Festival Duurstede di Benteng Duurstede dan Sail Banda di Maluku. Ini tentunya menjadi salah satu pendongkrak peningkatan jumlah wisatawan ke pulau kecil itu. Tak perlu heran jika kini bermunculan penginapan baru di sana. Dua dari lima penginapan yang sempat berhenti beroperasi akibat kerusuhan, kini juga beroperasi kembali. ”Rencananya, akan ada dua lagi penginapan dalam waktu dekat,” papar Ferry. Paul Tomasoa optimistis, ke depan pariwisata Saparua akan pulih, seperti sebelum kerusuhan 1999. Namun, dia mengingatkan, geliat pariwisata yang kini sudah terasa itu harus diikuti perbaikan sumber daya manusia dan penambahan fasilitas penunjang bagi wisatawan. ”Tanpa perbaikan, promosi yang gencar yang dilakukan bisa jadi bumerang, karena ternyata kondisi di Saparua tidak sama dengan yang dipromosikan,” kata Paul lagi. Robbie Pickering (30), turis asal Inggris yang sedang berwisata di Saparua, menyatakan hal serupa. ”Tempat seperti Saparua banyak dicari turis Eropa saat ini. Sebab, di sana sedang musim dingin, sedangkan di Saparua udaranya lebih panas dan bisa melihat matahari setiap hari. Tapi, dengan minimnya fasilitas, turis bisa mencari tempat lain yang fasilitasnya lebih baik,” katanya.

Kiat Atasi Lemak Perut


 

Shutterstock

Ilustrasi

KOMPAS.com - Merasa terganggu dengan tumpukan lemak di bagian perut? Lemak yang menumpuk perut memang seringkali mengganggu penampilan. Bahkan, lemak perut juga merupakan tipe lemak paling berbahaya karena dapat jadi indikator penyakit yang signifikan.

Lemak yang ditimbun di perut merupakan salah satu pertanda kadar kortisol tubuh tinggi. Kortisol merupakan hormon stres yang dapat mengakibatkan inflamasi berbahaya di dalam tubuh.

Lemak perut bisa dikikis, namun latihan sit up yang dilakukan setiap pagi saja belum cukup untuk mengikisnya. Anda memerlukan beberapa perubahan kebiasaan yang dapat membuat Anda lebih langsing. Simaklah 7 kiat berikut ini :

1. Latihan interval.

Anda mungkin dapat melakukan sit up setiap saat, namun otot perut yang terbentuk tidak dapat terlihat selama lemak perut masih menutupnya. Maka Anda perlu latihan yang benar-benar mengikis lemak, yaitu latihan kardio. Cobalah untuk lompat tali, berlari di trademill, atau senam di antara sit up.

2. Jangan lewatkan makan.

Melewatkan jadwal makan merupakan cara yang paling mudah untuk menimbun lemak perut. Ketika melewatkan makan, maka tubuh akan bereaksi dengan memproduksi lebih banyak kortisol serta menyimpan lebih banyak lemak, khususnya di perut.

3. Lewatkan makanan/minuman manis.

Gula merupakan musuh abadi untuk perut langsing. Kelebihan gula akan disimpan sebagai lemak. Maka mulailah untuk mengurangi konsumsi gula.

4. Perbanyak konsumsi vitamin C.

Vitamin C yang diperoleh dari buah jeruk, brokoli, kol dan paprika dapat mengurangi produksi kortisol. Selain itu, vitamin C juga penting untuk produksi karnitin yang digunakan tubuh untuk mengubah lemak sebagai energi.

5. Perbanyak konsumsi lemak sehat.

Jangan salah mengartikan lemak. Konsumsi lemak sehat seperti dari alpukat, kacang, dan minyak zaitun justru akan meningkatkan metabolisme sehingga dapat mengikis lemak perut.

6. Tidur.

Seringkali saat sibuk, orang sering mengorbankan tidur. Padahal tidur penting untuk manajemen berat badan dan kesehatan yang optimal. Banyak penelitian yang telah membuktikan kurang tidur memicu kelebihan berat badan dan meningkatkan risiko beberapa penyakit.

7. Rileks.

Kortisol merupakan hormon stres. Ketika Anda stres, maka kadar kortisol juga akan meningkat. Kortisol yang tinggi memicu peningkatan berat badan, ketidakmampuan menurunkan berat badan, menurunkan imunitas, serta meningkatkan kadar inflamasi. Penting untuk menyempatkan waktu bersantai setiap harinya. Meskipun hanya 5 menit, dapat membantu Anda untuk menjaga kadar kortisol tetap seimbang.

Di Jamin Tak Ada Kebocoran UN DI Maluku


Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Maluku, Semmy Risambessy menjamin tidak ada kebocoran soal Ujian Nasional di Maluku. Ia pun meminta agar para siswa tidak mempercayai adanya edaran soal UN melalui pesan pendek yang sengaja dilakukan pihak – pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Tidak ada soal yang bocor, kami berani menjamin itu. Untuk para siswa juga agar jangan sampai mempercaya edaran soal lewat sms, itu tidak benar,” ungkap Semmy kepada Kompas.com di Ambon, Senin (15/4/2013).

Dia menjelaskan, pihaknya menjamin tidak ada kebocoran soal UN di Maluku, lantaran mulai dari percetakan hingga distribusi ke kabupaten dan kota hingga ke sekolah – sekolah itu melalui pengawasan pihaknya dan dibantu aparat kepolisian. “Tidak ada kebocoran soal UN, semua proses sampai pada distribusi ke sekolah-sekolah itu diawasi ketat, jadi tidak mungkin itu,” terang Semmy.

Menurut Semmy, dari 20 paket soal UN semuanya berbeda, dan kodenya pun berbeda, sehingga tidak mungkin akan terjadi kebocoran soal UN. Dia mengimbau agar para siswa dapat lebih percaya diri dan tidak mempercayai edaran soal UN lewat SMS dan internet. “Siswa harus percaya diri dong, dan jangan terpengaruh dengan edaran bocoran soal UN melalui sms dan internet,” ajaknya.

Diberitakan sebelumnya diberitakan, 27.441 siswa SMA dan sederajat di Maluku, secara serempak mengikuti UN di 11 kabupaten dan kota di Maluku. UN di Maluku berlangsung aman dan tertib.

27.441 siswa yang mengikuti UN ini terdiri dari 21.068 siswa SMA / dan Madrasa Aliyah (MA), 4.328 siswa SMK, 2.038 siswa paket C ditambah enam siswa dari SMA luar biasa (LB). “Semuanya berlangsung secara serempak hari ini, sangat lancar dan tidak ada kendala dilapangan,” ungkap Semmy.

Semmy mengatakan, untuk mengamankan ketertiban UN di Maluku, pihaknya dibantu personil aparat kepolisian, dimana dihampir semua sekolah yang melaksanakan UN dijaga oleh personil kepolisian. “Semua sekolah dijaga aparat kepolisian, saya tidak tahu persis berapa jumlah personilnya tapi memang ada, ini untuk menjaga ketertiban,” ujar Semmy.

Semmy menjelaskan, persiapan UN di Maluku sendiri jauh hari telah diperrsiapkan secara matang dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan letak geografis Maluku yang terdiri dari pulau-pulau. “Kita sudah lakukan persiapan sejak awal, karena kita mempertimbangkan banyak faktor penghambat, dan akhirnya apa yang kita persiapkan berjalan dengan baik,” ujar Semmy.

Sejarah Bangsa Alifuru


Sejarah Alif’uru

Daerah pemerintahan selama Kerajaan Nunu Saku berdiridilanjutkan dalam Kerajaan Sahulau, (kedua kerajaanini mempunyai daerah pemerintahan yang sama) yaitu:sebelah utara dinamakan “Hono Ulu / Uru”,sebelah timur “Hua Ulu / Uru”,sebelah selatan “Nua Ulu / Uru” atau “Na Ulu/ Uru” dansebelah barat “Bere Ulu / Uru”, yang kini dikenalndengan nama “Buru”.Orang-orang Alif’uru ini dikenal didunia luar padawaktu itu dengan nama Ina/In(i)a (Pesulima 42-44)Kerajaan Nunu Saku lenyap dan tidak dapat berfungsilagi, disebabkan oleh malapetaka yang maha dasyat yangmenimpua Nusa El Hak seperti keadaan yang dikemukakanoleh geolog William Haxby atau oleh “air baha” menurutversi Alkitab.Runtuhnya Kerajaan ini sesuai pula dengan TeoriRuntuhnya suatu Negara dan atau Kerajaan (Ilmu NegaraUmum dan Indonesia, Prof. Dr. C.S.T.Kansil, S.H:Christine S.T.Kansil, S.H., M.H, halaman 34-35).Tetapi yang jelas bahwa “Lamuri” / “Lemuria” atau yangdisebut dalam Kapata-Kapata tua : “El Muria” atau “ElMulia”, adalah sisa peninggalan benua Mu yang amatluas (Op.cit).Dalam kehidupan dari Bangsa Alif’uru INA, ada 2 (dua)Generasi yang biasa disebut “SiwaLima”.Generai 1 (Pertama) disebut PATASIWA yang terdiri dari9 (sembilan ) keturunan.Generasi II (Kedua) disebut PATALIMA yang terdiri dari5 (lima) Keturunan.Datuk leluhur kita menceritakan kejadian-kejadian yangterjadi (yang mereka alami dan rasakan) itu melualuKapatakapata, walaupun tidak dijelaskan tanggal, bulanatau tahun.Kapata itu berasal dari kata “KAPA PATA TITA”.Kapa mempunyai arti :”Puncak Gunung yang berbentuktajam seperti jari terlunjuk ke langit”.Pata, artinya :”Diputuskan secara difinitif dan takdapat dirobah”, sedangkan “Tita” mempunyai arti :”Sabda”, ucapan tegas.Kapa Pata Tita, artinya : “Ucapan-ucapan tegas yangtak dapat dirubah, yang naik keatas sebagai gunungberpuncak tombak tertuju ke Allah”,Ucapan-ucapan yang suci dan mempunyai kekuatan yangdirahasiakan. Dan sebagian terbesar daripada Kapatakapata mempunyai lebih daripada dua arti dansewaktu-sewaktu mempunyai tiga pengertian(Boulan/Syauta, 25).Dari Kapata-Kapata Tua yang berikut mempunyai matarantai yang menghubungkan dengan Nuh, : “HUA MU ALE”,demikian bunyinya :01. “HUA MU ALE”, artinya : “Penampilan (benua) MUsewaktu Allah turun ke ruang lingkup hidup di sekitarkita”.02. “NETE NUSAN JADI LOTEMENA”, artinya : “Timbunantanah yang meluas (menjadi) besar”.03. “NUNU SAKU JADI WAA HALE MULI”, artinya :”Sewaktuair surut menjadikan berikut Nunu Saku”.04. “SEI REWA TANUSAN JADI YANA MENA O”, artinya:”Siapa yang tahu tanusang berbentuk (bisa jadi) yangsebelumnya” (adalah anak nusang).05. “SEI ULI NOHO DUME ROLA IKA KANIKE”, artinya:”Siap Rumpun Rumah Nuh yang ada berkumpulbersama-sama”.06. “LOYOTA WAI ELA ROLA MESE MESE”, artinya:”Gelombang besar-besar yang kuat-kuat”(EmeEse=Berkuasa).07. “SINGGE TURU HUA MU ALE-LUHU WATA SIMOLALI”,artinya: “Sampai tenggelamkan permukaan (benua) Muyang asli”. Kapata ini mengkisahkan kejadian air bah pada zamanNuh. Disini disebut Noho, mungkin nama aslinya NUHU.Pada ketika itu benua Mu, tempat kediaman merekahilang dari permukaan air. Kemudian mereka kandasdiatas himpunan tanah yang nampaknya kecil diataspermukaan air (laut), tetapi yang menjadi semakinbesar (dengan surutnya air laut), dan akhirnya menjadiNunu Saku. (Op.Cit.56).Dalam Kapata-Kapata tua yang berikut ini membuktikanbahwa gunung-gunung tinggi diseluruh kolong langit initergenang air laut. Menurut Alkitab Kejadian 7:20, AirBah itu setinggi 15 hasta atau 6.75 meter, sehinggasiang hari malam tertimbun air laut, yang disampaikandalam kapata-kapata tuanya sebagai berikut :01. HENA MASA WAYA WAIYA LETE HUNI MU A O “, artinya :”Negeri di tempat-tempat kediaman kita yang tinggi diMU, siang malam tertimbun air”.02. “YURI TASI BEA SALA NE KOTIKA O”, artinya : “Biladiusut asal usul kita semua orang-tidak salah ketikaitu”.03. “A OLEH RUMA O RUMA SINGGI SOPA O”, artinya:”Rumah kita turun temurun bertingkat tinggi asli”.04. “O PAUNE ITE KIBI RATU HIRA ROLI O”, artinya :”Kita semua tanpa kecuali sama saja seperti Raja”.05. “HENA MASA WAIYA LETE HUNI MU A O” artinya :”Negeri kita yang tinggi di MU siang hari malamtertimbun air”.06. “YURI TASI BEA SALA NE KOTIKA O”, artinya : “Biladiusut asal usul kita semua orang-tidak salah ketikaitu”.07. “BUANG E MU LABUANG E !”, artinya : “Labuh manatempat berlabuh di MU !”.08. “HASA HASA PULU MU LABUANG”, artinya :”Berlayarlah dekat dekat pantai pulau MU-jangan yangsatu jauh dari yang lain dibawa pimpinan yangtunggal”.09. “TANJONG E TENGO TANJONG E”, artinya : “Tanjong-edimana ada tanjong e”10. “HASA HASA SOKI TENGO TANJONG”, artinya :”Berlayar dekat dekat pantai sedikit lagi sudahkelihatan tanjong”.11. “WELE WELE YO YURI WELE WELE YO”, artinya : “Yaombak-ombak ! kita semua diatas ombak”.12. “YA YAKI HITI UMA LETE SOPU YO”, artinya : “Yangmemecah terangkat tinggi setinggi rumah tinggi yangkita puja itu”.13. “WAYA TUTU HITU O !”, artinya : “Timbunan airmenutup tujuh rumah turun temurun yang asli o !”. Kapata-kapata ini mengkisahkan kembali air bah padazaman Nuh, tentang negeri-negeri di daratan/datarantinggi benua MU (benua yang hilang) dimana siang harimalam tertimbun air laut. Kapata ini mengkisahkantempat mereka dimana terdapat rumah-rumah didaratan/dataran tinggi tenggelam, dapat kitabayangkan, cocok dengan uraian geolog William Haxbyyang dikemukakan oleh Marcia Bartusiak dan peta bumi268 juta tahun sebelum masehi menunjukkan benua yanghilang tersebut.Mengenai Nuh terdapat juga dalam kapata kapata Tuayang berbunyi demikian :”Maanusa Manu Wei, Latu Pohon ee, Latu Selan eee, LatuAna Mena ee”. artinya : “Pusat pertengahan bumi ini,mulai dari Raja Pohon Pertengahan (Latu Pohon ee =ialah Nuh), terus ke Raja-Raja turun temurun (LatuSelan ee) sampai kini dengan memulai dari anak-anakRaja yang sulung (Latu Ana Mena ee)”.Maa = Pertengahan, Nusa = Tanah kering(pulau/benua/bumi). Manu = Sesuatu yang berharga darilangit / burung / ayam yang melambangkan kehidupanatau yang hidup, Wei = Terbagi-bagi / terpecah-pecah /berhamburan keseluruh dunia (bumi).Dalam Kapata-kapata Tua sesuai tradisi lisan yangmasih ada tentang tempat dimana bahtera Nuh kandas,adalah daerah Nunusaku yang disebut oleh mereka gunung”ARA”. Kapata-kapata selanjutnya menyebut sebagai”Thene Selano” atau “Thene Serano”, yang berarti yangmula pertama muncul atau yang mula pertama kering.Jejak pertama yang dibuat oleh Nuh dinamakan “MaaNusa”.Maanusa Manu Wei artinya “Pusat Pertengahan Bumidimana Manusia (Bangsa Alif’uru keturunan PatasiwaPatalima = Siwalima yang adalah bangsa INA umat Allah/ yang hidup bersama Allah) tercerai beraikesekeliling permukaan bumi”…..(Pesulima 119).Sela berarti “Berdiam / Beristirahat / Berhenti”Manusela menunjukkan tempat dimana Nuh sebagai manusiayang hidup dengan Allah (Saleh Hua) sudah datang untukberdiam dan beristirahat.Kapata-kapata Tua dari Nunu Saku , “NUH” digambarkansebagai pemimpin rakyat yang pertama dari orangAlif’uru sesudah air bah. Mereka menyebutnya : ” MU -ENG ELHAK” atau “MUENG EL(H)AK” artinya : “MU” =tempat asal / pusat tempat tinggal dari Manu = Ayam =Lambang kehidupan dari manusia + ENG = “Penganjur /Pemimpin / Pelindung / Penghentar / Pelayan;”EL” = Allah; “HAK” = Agung / Besar / Penuh Kuasa.Jadi “MU ENG EL(H)AK” mempunyai arti secarakeseluruhan ialah : “Penganjur / Pemimpin / Pelayandari Allah yang Maha Besar dan Maha Kuasa / Perkasabagi umat manusia, ditempat (dibumi) dimana ia berada(berdiam) (Pesulima, 8).Seorang Mu Eng EL Hak dialah yang menguasai / menguruskepentingan manusia (Alif’uru = Siwa Lima) mau secarabadani / lahiriah pun secara rohaniah / agamaniah.Oleh sebab itu, seorang Mu Eng EL Hak mempunyai 3(Tiga) fungsi dalam dirinya, ialah : “Raja”, “Imam”dan “Nabi”. Dikemudian hari, sesudah pembentukan kerajaan Sahulau,maka fungsi-fungsi ini telah dipecahkan menjadi duabahagian, untuk 2 (Dua) orang ialah :01. Upu Latu / Upu Latu Kabasaran.02. Mueng-Mueng Kerajaan, bukan lagi MUENG ELHAK.Upu Latu / Upu Latu Kabasaran memegang kekuasaan atasbidang duniawiah, sedangkan Mueng-Mueng Kerajaanmemegang kekuasaan atas bidang rohaniah, yangberhubungan dengan Upu El / Elo / Eli Lanit ee, UpuKahuresi Leha Banua / Buwana.Bangsa Alif’uru adalah orang-orang yang pertama yangmendiami Nusa El Hak.Dalam bahasa tua Nunusaku Ucapan-ucapan dari bangsaAlif’uru terkenal antara lain “0-Loa Nusa Hiti Nusa,Solo Hua eee Maun eeel”, artinya : “Turun pulau atauturun pulaukah dengan Allah atau sejahtera Allah tetapbeserta / menyertai kita”.Sesudah runtuhnya kerajaan Nunu Saku dengan ibukotaNunu Saku disebabkan bencana alam yang maha dahsyatmaka banga Alif’uru mulai membangun kembali ibukotadan kota-kota, negeri-negeri, atau pemukiman yangbaru. Mereka menyusun kembali suatu strukturkehidupan masyarakat dan tata pemerintahan yang baru.Perpecahan pada induk Nunusaku menyebabkan Tiga Latuturun masing-masing :01. Latu Polanunu, menyusuri batang air Eti.02. Latu Pasanea, menyusuri batang air Sapalewa.03. Latu Tomatala, menyusuri batang air Tala.Sedangkan Latu Kapitan Besar tinggal menjaga kebesaranNunusaku sampai hari ini.Perpecahan ini melangkah terus dengan suku Ainu dariAinuwele yang berlayar ke timur terakhir singgah diJepang yang menjadi suku asli bangsa Jepang sekarang.Teno Heka merupakan seorang tokoh Jepang sebagai dewayang sebenarnya adalah Teono Heka atau Teon Heka yangmerupakan salah satu Teon mata rumah yang hilang diMaluku dari bangsa Alif’uru sampai hari ini.Mereka keluar dengan membawa semua pusakanya yangdipuja sampai hari ini di Jepang antara lain bulansabit.Kesamaan besar terdapat pada cawat yang dipakai danbahasa yang berdisiplin sama dengan bahasa bangsaAlif’uru.Bahasa yang dipakai oleh Bangsa Alif’uru, ada 2 (Dua)Golongan Besar yaitu : Bahasa ALUNE (Alif’uru Gunung);dan Bahasa WEMALE (Alif’uru Pantai). Bahasa Wemalekemudian mengalami perubahan-perubahan, sesuai denganPerpecahan Kerajaan Sahulau menjadi Kerajaan-KerajaanKecil dan atau Negeri-Negeri Kecil dengan Bahasamasing-masing yang berjumlah diatas 100 (Seratus)macam, namun tetap memiliki disiplin dan atau pangkalbahasa yang sama.Sejarah perjalanan perahu Belang yang pada umumnyamerupakan kapal tua bangsa Maluku bisa mencapaiSkandinavia yang terkenal dengan bangsa Viking(Swedia, Norwegia, Finlandia, Denmark) yang memakaiarumbai kepala nagga, ekor naga pada belakang perahudan memakai layar seram (Layar segi empat).Disamping itu mereka memakai topi perang yangmempunyai tanduk ujung dua dikepala melambangkanbangsa Ina yang ada di Maluku (Topi bertanduk tigabangsa Inama, bertanduk satu bangsa Ama). Bangsa Amadapat dilihat pada keturunan Cina yang keluarberperang dengan topi tanduk satu.Dipulau Seram atau Nusa Ina yang merupakan indukperpecahan terdapat Inama yang memakai topi bertanduktiga.Batavia adalah nama Jakarta yang diberikan oleh JanPieterzoon Coen mengingatkan moyang mereka yangterkenal sebagai laki-laki perkasa yang berkelahi dariEropa Utara (Skandinavia) sampai ke Jerman. Bataviadiambil dari kata Batavier atau Batafur atau Batafuruyang merupakan seorang saudara laki-laki Alif’uru yangputih yang berlayar jauh dengan arumbai belangmeninggalkan Nusa Ina menuju ke suatu tempat yangsegala sesuatunya putih (waktu itu terjadi musimsalju).Bangsa Alif’uru merupakan suatu bangsa induk yang tuasekali yang tidak dapat dibohongi dengan pembuktianyang ada di alam. Sebab manusia dengan segalakepandaiannya dapat memutar balikkan segala fakta yangada dibumi sesuai jaman dan kekuasaannya, tetapi alamtidak pernah berbohong. Salam Alifuru Satu Darah!

Kapitan Pattimura


 

Thomas Matulessy Pattimura

Thomas Matulessy alias Pattimura Pahlawan Maluku sebelum menaiki tiang gantungan dia berkata: “..beta akan mati … tetapi nanti akan bangkit pattimura-pattimura muda, yang akan meneruskan beta punya perjuangan…”

Thomas Matulessy Pattimura

Patung Pattimura

Thomas Matulessy digantung pada tempat ini, yang sekarang disebut Lapangan Merdeka, dan dijadikan Taman Pattimura (Pattimura Park).

Prasasti Thomas Matulessy Pattimura Lapangan Merdeka

Prasasti Pattimura Pada Taman Pattimura, Lapangan Merdeka

Ada Kontraversi tentang tempat kelahiran Kapitan Pattimura, ada yang mengatakan di Negeri Hualohi, Seram Selatan tetapi banyak yang menyebutkan lahir di Negeri Haria, Porto, Pulau Saparua. Tapi yang jelas Kapitan Lahir di Maluku, 8 Juni 1783 dan meninggal di Ambon,Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun, atau dikenal dengan nama Thomas Matulessy atau Thomas Matulessia, adalah Pahlawan Nasional Indonesia. Sebelum melakukan perlawanan terhadap VOC ia pernah berkarir dalam militer sebagai mantan sersan Militer Inggris.

Pattimura adalah putra Frans Matulesi dengan Fransina Silahoi. Adapun dalam buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit, M Sapija menulis, “Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayah beliau yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau merupakan nama orang di negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram Selatan”.

Menurut Sejarawan Mansyur Suryanegara, leluhur bangsa ini, dari sudut sejarah dan antropologi, adalah homo religiosa (makhluk agamis). Keyakinan mereka terhadap sesuatu kekuatan di luar jangkauan akal pikiran mereka, menimbulkan tafsiran yang sulit dicerna rasio modern. Oleh sebab itu, tingkah laku sosialnya dikendalikan kekuatan-kekuatan alam yang mereka takuti. Jiwa mereka bersatu dengan kekuatan-kekuatan alam, kesaktian-kesaktian khusus yang dimiliki seseorang. Kesaktian itu kemudian diterima sebagai sesuatu peristiwa yang mulia dan suci. Bila ia melekat pada seseorang, maka orang itu adalah lambang dari kekuatan mereka. Dia adalah pemimpin yang dianggap memiliki kharisma. Sifat-sifat itu melekat dan berproses turun-temurun. Walaupun kemudian mereka sudah memeluk agama, namun secara genealogis/silsilah/keturunan adalah turunan pemimpin atau kapitan. Dari sinilah sebenarnya sebutan “kapitan” yang melekat pada diri Pattimura itu bermula.

 

Thomas Matulessy Pattimura

 

Sebelum melakukan perlawanan terhadap VOC ia pernah berkarier dalam militer sebagai mantan sersan Militer Inggris. Kata “Maluku” berasal dari bahasa Arab Al Mulk atau Al Malik yang berarti Tanah Raja-Raja. Mengingat pada masa itu banyaknya kerajaan Pada tahun 1816 pihak Inggris menyerahkan kekuasaannya kepada pihak Belanda dan kemudian Belanda menerapkan kebijakan politik monopoli, pajak atas tanah (landrente), pemindahan penduduk serta pelayaran Hongi (Hongi Tochten), serta mengabaikan Traktat London I antara lain dalam pasal 11 memuat ketentuan bahwa Residen Inggris di Ambon harus merundingkan dahulu pemindahan koprs Ambon dengan Gubenur dan dalam perjanjian tersebut juga dicantumkan dengan jelas bahwa jika pemerintahan Inggris berakhir di Maluku maka para serdadu-serdadu Ambon harus dibebaskan dalam artian berhak untuk memilih untuk memasuki dinas militer pemerintah baru atau keluar dari dinas militer, akan tetapi dalam pratiknya pemindahn dinas militer ini dipaksakan.

Thomas Matulessy Pattimura

Patung Pattimura, Siang Hari

Kedatangan kembali kolonial Belanda pada tahun 1817 mendapat tantangan keras dari rakyat. Hal ini disebabkan karena kondisi politik, ekonomi, dan hubungan kemasyarakatan yang buruk selama dua abad. Rakyat Maluku akhirnya bangkit mengangkat senjata di bawah pimpinan Kapitan Pattimura. Maka pada waktu pecah perang melawan penjajah Belanda tahun 1817, Raja-raja Patih, Para Kapitan, Tua-tua Adat dan rakyat mengangkatnya sebagai pemimpin dan panglima perang karena berpengalaman dan memiliki sifat-sfat kesatria (kabaressi). Sebagai panglima perang, Kapitan Pattimura mengatur strategi perang bersama pembantunya.

Thomas Matulessy Pattimura

Patung Pattimura, Malam Hari

Sebagai pemimpin dia berhasil mengkoordinir Raja-raja Patih dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan, memimpin rakyat, mengatur pendidikan, menyediakan pangan dan membangun benteng-benteng pertahanan. Kewibawaannya dalam kepemimpinan diakui luas oleh para Raja Patih maupun rakyat biasa. Dalam perjuangan menentang Belanda ia juga menggalang persatuan dengan kerajaan Ternate dan Tidore, raja-raja di Bali, Sulawesi dan Jawa. Perang Pattimura yang berskala nasional itu dihadapi Belanda dengan kekuatan militer yang besar dan kuat dengan mengirimkan sendiri Laksamana Buykes, salah seorang Komisaris Jenderal untuk menghadapi Patimura.

Thomas Matulessy Pattimura

Di Bawah Sinar Bulan

Pertempuran-pertempuran yang hebat melawan angkatan perang Belanda di darat dan di laut dikoordinir Kapitan Pattimura yang dibantu oleh para penglimanya antara lain Melchior Kesaulya, Anthoni Rebhok, Philip Latumahina dan Ulupaha. Pertempuran yang menghancurkan pasukan Belanda tercatat seperti perebutan benteng Belanda Duurstede, pertempuran di pantai Waisisil dan jasirah Hatawano, Ouw- Ullath, Jasirah Hitu di Pulau Ambon dan Seram Selatan.

Thomas Matulessy Pattimura

Thomas Matulessy – Pattimura
Pahlawan Maluku

Perang Pattimura hanya dapat dihentikan dengan politik adu domba, tipu muslihat dan bumi hangus oleh Belanda. Para tokoh pejuang akhirnya dapat ditangkap dan mengakhiri pengabdiannya di tiang gantungan pada tanggal 16 Desember 1817 di kota Ambon. Untuk jasa dan pengorbanannya itu, Kapitan Pattimura dikukuhkan sebagai “PAHLAWAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN” oleh pemerintah Republik Indonesia…… Pahlawan Nasional Indonesia. Ketuhanan yang maha esa Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan kemerdekaan bagi seluruh rakyat indonesia.