Negeri Booi


Hatonyo Beach, My own little Adventure

Akhir 2011, Saya menyempatkan diri menjelajah bagian Pulau Saparua, Maluku, yang belum pernah saya pijak. Penjelajahan ini pun dilakukan tanpa terencana, benar-benar penjelajahan impulsif saya. Siang itu saya sekedar berkunjung ke rumah teman lama saya Jimpat (twitter : @jpattia) di negeri Booi. Negeri Booi yang terletak di ujung selatan Pulau Saparua, adalah desa yang sejuk karena terletak di dataran tinggi. Saya harus memarkir mobil di pintu masuk negeri ini, karena tidak ada akses bagi kendaraan bermotor. Jalanan dalam negeri ini semuanya bertangga-tangga, seperti yang terlihat di foto di bawah.

Img_3794

Setelah ngobrol dengan jimpat, sore itu ia mengajak saya berkeliling negerinya. Menurut hitungan Jimpat, ada 536 anak tangga pada jalan utama Negeri Booi. Cukup melelahkan berkeliling negeri dengan naik turun tangga, tapi orang Booi sudah terbiasa. Saya bahkan melihat seorang nenek renta berjalan menapak anak tangga sambil meng”Keku” (membawa barang dengan cara diletakan di atas kepala) seikat kayu bakar tanpa kecapean. Kata jimpat mereka yang lahir di Booi memang terbiasa hidup seperti ini, bahkan Jimpat sendiri mengaku bisa berjalan menapaki negerinya walau dengan mata tertutup. Dari rumah Jimpat yang terletak di jantung negeri Booi, kami pun menapak turun menuju ke pantai negeri ini. Pantai Booi sedang rame karena sore itu akan diadakan lomba panggayo manggurebe (semacam lomba dayung perahu). Dari pantai negeri, Jimpat mengajak saya ke pantai Hatonyo yang terletak lebih terpencil. Tentu saja saya tak bisa menolak kesempatan yang bagus ini.

Kami Pun bergerak makin ke arah selatan dari pantai negeri, menelusuri masuk ke hutan negeri Booi. Pepohonan Cengkih, Pala, Kenari serta Durian adalah vegetasi utama dalam hutan Negeri Booi. Sayang sedang tidak musim buah, kalau tidak kami bisa menikmati durian matang yang baru dipetik dari pohonnya. Perjalanan menelusuri hutan Booi berlangsung sekitar setengah jam, dengan medan rintangan sedang. Sesampai di Pantai Hatonyo, saya langsung takjub dengan keindahan alamnya yang masih asri.  Menapak kaki di pasir putih yang tebal di Pantai ini sangat mengasikan, sangat mengundang diri untuk langsung menceburkan diri ke dalam laut. Sayangnya kami harus mengurungkan niat kami karena tidak membawa baju ganti. Pantai Hatonyo sangat bersih dari sampah, letaknya yang sulit terjamah menjaga keperawanan pantai ini. Pepohonan pun masih lebat disini sehingga kami tidak kepanasan bermain main. Kami pun menyusuri garis pantai ini dari ujung ke ujung, kira-kira sepanjang 200 meter. Tak terasa waktu sejam telah kami habiskan di pantai ini, hari pun semakin larut dan kami harus segera kembali kalau tidak mau menyusuri hutan di tengah kegelapan. Pengen kembali lagi ke pantai ini :)

 1 of 6

Salah Kaprah Alat Kejut Jantung


Ilustrasi :
Mobil ambulans tiba di depan ruang igd, dari dalam mobil seorang pria tua diturunkan lalu dibawa masuk ke dalam ruang igd. Seorang wanita yang turut turun dari ambulans berteriak memohon “dokter tolong selamatkan suami saya, tolong lakukan apa saja”.

Segera brankar didorong ke ruang perawatan. Perawat memasang infus, selang oksigen dan EKG, alat rekam jantung. Dokter yang sedang melakukan tindakan resusitasi melihat ke monitor EKG yang menunjukan garis datar, pertanda jantung pasien telah berhenti berdetak. “Siapkan defibrilator” perintah dokter, dan perawat segera membawa defibrilator, alat kejut jantung.

Gel bening dioleskan ke dada pasien. Lalu dokter memberi aba-aba “200 joule, all clear??”
“Clear!!” Jawab para perawat serentak, pertanda tidak ada seorangpun yang menempel ke pasien maupun ranjang pasien. Dan segera selepas itu kedua bilah alat kejut jantung yang berbentuk seperti sepasang setrika ditempelkan dokter ke dada pria tua itu. Pria itu kemudian kejang sejenak lalu lunglai. Monitor EKG masih menunjukan garis datar. Dokter melanjutkan tindakan resusitasinya “360 joule, all clear??” “Clear!!” Lalu pria tua itu dikejutkan untuk kedua kalinya.

Setelah itu semua diam menatap ke monitor EKG. Garis yang muncul masih datar. Harapan selamat seakan sirna. Namun beberapa saat kemudian monitor ekg mengeluarkan bunyi “beep”, garis datar itu berubah menunjukan ada aktivitas jantung. Dokter pun menginstruksikan perawat untuk memasukan obat lewat selang infus kemudian meninggalkan ruang tindakan, menemui istri pria tua itu untuk mengabarkan kalau masa kritisnya sudah lewat.
– end of ilustration

Gambaran di atas sering anda lihat pada film maupun sinetron. Yang mungkin membuat takjub, “wah hebat ya disetrum jantungnya bisa hidup lagi”, kira-kira begitu pemikiran anda saat melihat adegan seperti ilustrasi di atas. Sehingga teman saya pernah diprotes keluarga pasien karena tidak melakukan tindakan defibrilasi pada pasien henti jantung. “Disetrum dok kaya di film2 itu biar hidup lagi”

Sayangnya manusia bukan frankenstein. Dan alat kejut jantung bukan ditujukan untuk membuat jantung yang berhenti berdetak (monitor ekg menunjukan gari datar) agar bisa kembali berdetak. Banyak orang salah sangka akan fungsi alat ini karena sering melihat gambaran yang salah di media film atau sinetron.

Merujuk ke nama aslinya “Defibrilator” berasal dari dua kata “De” yang berarti menghilangkan, dan “fibrilator” yang berarti getaran. Normalnya jantung manusia berdetak 60-90 kali per menit sehingga dapat memompa darah dengan adekuat jika beraktivitas bisa bertambah cepat hingga 150 kali per menit.

Nah kadang ada kondisi medis yang menyebabkan jantung berdetak sangat cepat, bisa lebih dari 200 kali per menit sehingga jantung tidak lagi memompa melainkan hanya bergetar saja (fibrilasi). Nah dalam keadaan inilah alat defibrilator akan digunakan dokter untuk me”reset” kelistrikan jantung sehingga diharapkan sehabis itu detak jantung kembali normal. Alat defibrilator tidak bisa digunakan pada jantung yang telah berhenti total (monitor ekg menunjukan garis datar) agar bisa kembali berdetak.

Demikian artikel singkat ini, kiranya berguna menambah wawasan kita. Be healthy and smart.

Pelantikan Raja Negeri Ouw


Kali ini saya bercerita sedikit mengenai pelantikan Raja Negeri Ouw. Agar pembaca tidak bingung mungkin perlu dijelaskan sedikit bahwa di Propinsi Maluku setelah jaman otonomi daerah maka penamaan desa kembali disebut “Negeri” dengan kepala pemerintahan seorang “Raja”. Hal ini dimaksudkan agar nilai nilai kearifan lokal tidak hilang tergerus dengan perkembangan jaman.

 

Layaknya sebuah kerajaan dimana penerus tahta adalah keturunan raja sebelumnya, maka demikian pula terjadi dalam pemilihan raja negeri. Calon raja terpilih minimal masih memiliki hubungan darah dengan raja-raja negeri sebelumnya, atau disebut matarumah negeri. Kemudian yang memutuskan siapa raja terpilih adalah para saniri negeri, tetua-tetua adat negeri yang sehari hari membantu raja. Seorang raja memiliki masa pemerintahan 5 tahun, dan setelah itu dapat dipilih lagi. Keputusan Saniri negeri akhirnya dilegitimasi dalam SK bupati maluku tengah.

 

Bulan desember 2010 saya berkesempatan mengikuti upacara pelantikan Raja Negeri Ouw, salah satu desa binaan puskesmas tempat saya bertugas. Yang Terpilih sebagai Raja negeri Ouw periode 2010-2015 adalah bapak Simon Pelupessy. Dalam bahasa asli maluku sendiri desa ouw disebut Lisaboly Kakelisa.

 

Prosesi dimulai dengan pelantikan secara Hukum oleh Bupati maluku tengah, Abdullah Tuasikal. Surat keputusan bupati dibacakan dan kemudian raja terlantik diambil sumpah jabatannya. Acara dilanjutkan dengan jamuan makan di rumah raja negeri ouw. Setelah Acara makan-makan selesai dimulailah pelantikan raja secara adat. Rombongan raja kembali ke Baileu (rumah adat maluku) disertai tarian cakalele dari para kapitan. Acara ditutup dengan pelantikan raja secara gerejawi di gereja negeri ouw.

 

Sungguh suatu prosesi yang panjang untuk melantik seorang raja, membutuhkan waktu seharian untuk menuntaskan semua prosesi ini. Bahkan lebih rumit daripada pelantikan presiden menurut saya. Tapi itulah uniknya kebudayaan maluku ini.

 9 of 11P

DAmt*: HEWAN itu MULIA maka STOP PELECEHAN atas nama HEWAN


1. ANJING = SUDAH TERBUKTI MENOLONG MANUSIA & PERADABAN

2. Tikus = Sangat di Hormati dalam tradisi sekte religius di India
3. Kucing & Tikus = TOM & JERRY = film lucu & nakal Hollywood yang menghibur
4. Anoman (Monyet) = Sangat di Hormati dalam tradisi Hindu
5. Sapi = Sangat di Hormati dalam tradisi Hindu
6. Ular Kobra = Sangat di Hormati dalam tradisi Hindu
7. Burung Merpati =  Simbol Roh Kudus yang di puji dan di sembah oleh Umat Kristiani
6. Kura Kura = Sangat di Hormati dalam tradisi Buddha
7. to be continue

Link:
Anjing yang setia ketika korban Gempa Tsunami di Jepang
http://www.apakabardunia.com/2011/03/simbol-kesetiaan-seekor-anjing-yang.html

Anjing Pelacak Narkoba + Penjaga Keamanan + Gembala Domba + dan sebagainya
silahkan cari di:
http://www.google.com
http://www.yahoo.com
http://www.ask.com

DAmt* = Dijkstra Algorithm move to:

to be continue

Kritik dan Saran Terbuka
Salam Dialektika

Fam-Fam Dari Negeri Ouw


1.       UKU LUA.

1.1.             SOA MAYAWA:KEPALA SOA TATIPATTA

*        MARGA TATIPATTA, TEUNONYA PELATU

*        MARGA SILAHOOY, TEUNONYA SAMATOUW

*        MARGA SAHETAPY, TEUNONYA KOLESINA

*        MARGA TITAHENA SBGN, TEUNONYA SAMATOUW

*        MARGA MANUPUTTY SBGN, TEUNONYA LEPALISSA

*        MARGA AYAWAILA SBGN, TEUNONYA SOTANIA

 

1.2.              SOA SALAHITU:KEPALA SOA SAPTENNO

*        MARGA SAPTENNO, TEUNONYA LILIPALU

*        MARGA TITALEY, TEUNONYA PELATU

*        MARGA TITAHENA sbgn, TEUNONYA SAMATOUW

*        MARGA LATUSALLO, TEUNONYA MATAALU

*        MARGA AYAWAILA sbgn, TEUNONYA SOTANIA

*        MARGA SILALILY, TEUNONYA LAUKOTU

*        MARGA TONGKE, TEUNONYA SOWALA

*        MARGA LEIWAKABESSY sbgn, TEUNONYA WAKA

*        MARGA HATUPUANG, TEUNONYA-

*        MARGA LIKUBESSY, TEUNONYA-

 

2.       UKU TOLU.

2.1.             SOA SALAHALU:KEPALA SOA HUTUBESSY

*        MARGA HUTUBESSY, TEUNONYA HAPEA

*        MARGA MANUPUTTY(Wakanno), TEUNONYA PEWAKA

*        MARGA SERHALAWAN, TEUNONYA SAPASINA

*        MARGA SOPACUA, TEUNONYA LEPALISSA

*        MARGA SEILATU, TEUNONYA HAPEA

*        MARGA PIKAWALA, TEUNONYA SELANA

*        MARGA HEHAKAYA sbgn, TEUNONYA SEHEUW

*        MARGA TITAHENA SATU KELUARGA, TEUNONYA SAMATOUW

 

2.2.             SOA PELETIMU:KEPALA SOA SYAHAILATUA

*        MARGA SYAHAILATUA, TEUNONYA SEHEUW

*        MARGA TUTUPOLY, TEUNONYA SEHEUW

*        MARGA HEHAKAYA, TEUNONYA SEHEUW

*        MARGA LEIWAKABESSY sbgn, TEUNONYA WAKA

*        MARGA LAHALLO, TEUNONYA SELANNA

*        MARGA TOISUTA, TEUNONYA LEPALISSA

 

2.3.             SOA LESIAMA:KEPALA SOA LIKUMAHUA

*        MARGA LIKUMAHUA, TEUNONYA LOUHATU

*        MARGA MAKAILOPU, TEUNONYA LOUHATU

*        MARGA TOMASOA, TEUNONYA LOUHATU

*        MARGA SINANU, TEUNONYA PEHATA

*        MARGA LUMALESSIL, TEUNONYA HABAWA

*        MARGA LATUMAHINA, TEUNONYA PEMAHU

*        MARGA PELUPESSY, TEUNONYA LILSAPI

*        MARGA NOYA, TEUNONYA PALESI

*        MARGA MATULAPELWA, TEUNONYA PELOKO

*        MARGA MATULATUA, TEUNONYA PELOKO

 

Saparua, Wisata Nostalgia Turis Eropa


Benteng Duurstede, peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1676 oleh Arnold de Vlaming Van Duuds Hoorn, di Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Kamis (6/1/2011). Benteng ini jadi salah satu daya tarik wisata di Saparua.
 
SEPULUH tahun pascakonflik di Maluku, sektor pariwisata di Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, bergeliat kembali. Pulau kecil seluas 247 kilometer persegi itu tak hanya menawarkan pesona alam, tetapi juga jejak historis kedatangan bangsa Eropa di Nusantara.
Saparua, yang berjarak sekitar 50 mil dari Ambon, ibu kota Maluku, bisa dijangkau dengan kapal cepat selama satu jam dari Pelabuhan Tulehu, Maluku Tengah, di Pulau Ambon. Pulau berpenduduk 36.698 jiwa ini bersama dua pulau lain di dekatnya yang tergabung dalam gugus Pulau Lease, yaitu Haruku dan Nusa Laut, pernah menjadi primadona wisata Maluku, sebelum kerusuhan 1999. Ketua Asosiasi Agen Perjalanan Wisata Maluku, Tony Tomasoa, menceritakan, sebelum tahun 1999 itu, destinasi wisata ke Saparua bersaing dengan Pulau Banda – ikon wisata lainnya di kepulauan rempah-rempah Maluku. Dua lokasi ini selalu menjadi rujukan bagi wisatawan yang berlibur ke Maluku. Saparua, yang dikelilingi Laut Banda, menawarkan keindahan melalui pantai-pantainya. Mulai dari pantai berpasir putih, seperti pantai di samping Benteng Duurstede dan Kulur, hingga pantai yang dipenuhi batu karang, yaitu Tanjung Ouw. Indahnya Tanjung Ouw bahkan diabadikan melalui lagu berjudul ”Tanjung Ouw” yang dipopulerkan penyanyi Bob Tutupoly. Di tempat ini keteduhan menyambut pengunjung. Wisatawan biasanya menghabiskan waktu di Tanjung Ouw dengan bersantai menikmati keindahan karang yang panjang atau berenang di laut yang jernih. Berselonjor di bawah pohon kelapa semakin terasa nikmat saat semilir angin menerpa. Tidak jauh dari Tanjung Ouw, wisatawan bisa melihat kepiawaian Oya Pelupessy (72) mengolah tanah liat menjadi sempeh atau gerabah. ”Turis senang melihat pembuatan sempeh. Tidak sedikit dari mereka yang mencoba membuat sendiri,” kata Oya. Buku tamu yang dimilikinya menunjukkan banyaknya wisatawan asal Belanda, Inggris, dan Swiss yang berkunjung ke sana. Tak sebatas di permukaan, bawah laut Saparua pun memiliki pesona yang memukau. Menurut pengelola Mahu Village Lodge di Desa Mahu, Paul Tomasoa, setidaknya ada enam titik penyelaman yang digemari turis. Misalnya, di Tawaka, sekitar Pulau Molana, dan sekitar Nusa Laut. ”Terumbu karangnya bertingkat. Selain itu, ikan beraneka jenis bisa ditemukan di sana. Sering kali ikan-ikan itu seperti berbaris membentuk formasi bertingkat,” tuturnya. Peninggalan sejarah Saparua juga sarat peninggalan sejarah. Benteng Duurstede, benteng peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1676, adalah salah satunya. Benteng yang ada di bukit setinggi 20 kaki ini masih berdiri kokoh. Kapitan Pattimura yang bernama asli Thomas Matulessy mengusir penjajah Belanda dari benteng ini tanggal 16 Mei 1817. Dari atas benteng itu, pengunjung bisa melihat hampir seluruh Pulau Saparua hingga Pulau Nusa Laut yang berada di sebelah timur Saparua. Tak heran, jika benteng ini ”diburu” turis asing. Di rumah yang pernah ditempati Pattimura, di Negeri Haria, pengunjung bisa melihat peninggalan sang kapitan. Di bangunan yang masih didiami keluarga Matulessy ini, terpajang celana tenun, selempang tenun, dan ikat kepala yang semuanya berwarna merah, yang pernah dikenakan Pattimura saat berjuang melawan Belanda. Sejumlah dokumen bercerita tentang perjuangan Pattimura. Menurut pihak keluarga, semua itu diperoleh dari Belanda. Camat Saparua, Ferry Siahaya, mengatakan, lima tahun terakhir ini kunjungan ke Saparua relatif membaik. ”Rata-rata kunjungan turis asing di Saparua sekitar 20 orang setiap bulan. Bulan Desember, jumlahnya bisa meningkat menjadi 50-an orang,” katanya. Mayoritas turis asing berasal dari Belanda, terutama yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan warga di Saparua. ”Ada juga yang berasal dari Inggris, Perancis, Swiss, dan Amerika Serikat,” papar Ferry. ”Keluarga dari Belanda kebanyakan datang pada bulan Desember. Natal menjadi momen berkumpul dengan keluarga di perantauan, termasuk yang di Belanda,” kata Raja Negeri Itawaka, LF Wattimena. Meski demikian, baru Desember 2010 lalu Negeri Itawaka menggelar perayaan Natal sedunia. Saat itu, ada 30 warga negara Belanda yang datang. Menurut Wattimena, ikatan satu gandong atau satu kandunganlah yang merekatkan hubungan mereka, meski terpisah jarak dan status kewarganegaraan. Tren meningkatnya jumlah wisatawan ini bisa jadi karena lebih mudahnya Saparua diakses dari Ambon. ”Beroperasinya kapal cepat dengan daya tampung sekitar 200 penumpang mendorong turis datang ke Saparua. Kapal yang beroperasi sejak tahun lalu itu dua kali sehari dari Ambon,” ujar Ferry. Selain itu, ada pula penerbangan langsung dari Amsterdam, Belanda, ke Ambon, via Jakarta, yang dioperasikan Garuda Indonesia sejak pertengahan tahun lalu. Pertengahan tahun lalu pula, pemerintah juga melakukan promosi yang cukup gencar terkait Festival Duurstede di Benteng Duurstede dan Sail Banda di Maluku. Ini tentunya menjadi salah satu pendongkrak peningkatan jumlah wisatawan ke pulau kecil itu. Tak perlu heran jika kini bermunculan penginapan baru di sana. Dua dari lima penginapan yang sempat berhenti beroperasi akibat kerusuhan, kini juga beroperasi kembali. ”Rencananya, akan ada dua lagi penginapan dalam waktu dekat,” papar Ferry. Paul Tomasoa optimistis, ke depan pariwisata Saparua akan pulih, seperti sebelum kerusuhan 1999. Namun, dia mengingatkan, geliat pariwisata yang kini sudah terasa itu harus diikuti perbaikan sumber daya manusia dan penambahan fasilitas penunjang bagi wisatawan. ”Tanpa perbaikan, promosi yang gencar yang dilakukan bisa jadi bumerang, karena ternyata kondisi di Saparua tidak sama dengan yang dipromosikan,” kata Paul lagi. Robbie Pickering (30), turis asal Inggris yang sedang berwisata di Saparua, menyatakan hal serupa. ”Tempat seperti Saparua banyak dicari turis Eropa saat ini. Sebab, di sana sedang musim dingin, sedangkan di Saparua udaranya lebih panas dan bisa melihat matahari setiap hari. Tapi, dengan minimnya fasilitas, turis bisa mencari tempat lain yang fasilitasnya lebih baik,” katanya.

Kiat Atasi Lemak Perut


 

Shutterstock

Ilustrasi

KOMPAS.com – Merasa terganggu dengan tumpukan lemak di bagian perut? Lemak yang menumpuk perut memang seringkali mengganggu penampilan. Bahkan, lemak perut juga merupakan tipe lemak paling berbahaya karena dapat jadi indikator penyakit yang signifikan.

Lemak yang ditimbun di perut merupakan salah satu pertanda kadar kortisol tubuh tinggi. Kortisol merupakan hormon stres yang dapat mengakibatkan inflamasi berbahaya di dalam tubuh.

Lemak perut bisa dikikis, namun latihan sit up yang dilakukan setiap pagi saja belum cukup untuk mengikisnya. Anda memerlukan beberapa perubahan kebiasaan yang dapat membuat Anda lebih langsing. Simaklah 7 kiat berikut ini :

1. Latihan interval.

Anda mungkin dapat melakukan sit up setiap saat, namun otot perut yang terbentuk tidak dapat terlihat selama lemak perut masih menutupnya. Maka Anda perlu latihan yang benar-benar mengikis lemak, yaitu latihan kardio. Cobalah untuk lompat tali, berlari di trademill, atau senam di antara sit up.

2. Jangan lewatkan makan.

Melewatkan jadwal makan merupakan cara yang paling mudah untuk menimbun lemak perut. Ketika melewatkan makan, maka tubuh akan bereaksi dengan memproduksi lebih banyak kortisol serta menyimpan lebih banyak lemak, khususnya di perut.

3. Lewatkan makanan/minuman manis.

Gula merupakan musuh abadi untuk perut langsing. Kelebihan gula akan disimpan sebagai lemak. Maka mulailah untuk mengurangi konsumsi gula.

4. Perbanyak konsumsi vitamin C.

Vitamin C yang diperoleh dari buah jeruk, brokoli, kol dan paprika dapat mengurangi produksi kortisol. Selain itu, vitamin C juga penting untuk produksi karnitin yang digunakan tubuh untuk mengubah lemak sebagai energi.

5. Perbanyak konsumsi lemak sehat.

Jangan salah mengartikan lemak. Konsumsi lemak sehat seperti dari alpukat, kacang, dan minyak zaitun justru akan meningkatkan metabolisme sehingga dapat mengikis lemak perut.

6. Tidur.

Seringkali saat sibuk, orang sering mengorbankan tidur. Padahal tidur penting untuk manajemen berat badan dan kesehatan yang optimal. Banyak penelitian yang telah membuktikan kurang tidur memicu kelebihan berat badan dan meningkatkan risiko beberapa penyakit.

7. Rileks.

Kortisol merupakan hormon stres. Ketika Anda stres, maka kadar kortisol juga akan meningkat. Kortisol yang tinggi memicu peningkatan berat badan, ketidakmampuan menurunkan berat badan, menurunkan imunitas, serta meningkatkan kadar inflamasi. Penting untuk menyempatkan waktu bersantai setiap harinya. Meskipun hanya 5 menit, dapat membantu Anda untuk menjaga kadar kortisol tetap seimbang.